Alumni Hati Penghalang Datangnya Jodoh?


"Bund, dia datang lagi. Kenapa sulit sekali melupakannya ya, Bund?"
Ia bicara dari balik niqobnya sambil menahan tangis. Tekanan pada kata demi kata dalam kalimatnya terdengar sangat biasa di telinga saya. Temanya masih sama. Tentang alumni hati yang lebih hits disebut mantan. 

"Karena anti ingin melupakannya, bukan mengikhlaskannya!" jawab saya tak kalah penuh tekanan bedanya ini karena gemes yang tak berkesudahan.

Muslimah di hadapan saya ini tidak mengecewakan secara fisik, pun isi kepalanya. Bisa dikatakan smart. Tapi kadang saya seolah tak bisa menariknya dari pusaran makhluk yang bernama 'mantan' di kepalanya sejak nama si mantan tersimpan rapat pada benaknya sebagai sosok yang 'aku bangets' menurutnya. Meski usianya saat ini sudah genap tiga puluh tahun, tetapi ia masih juga masuk dalam barisan gamov alias gagal move on.

Hingga siang itu, pitutur saya sepertinya hanya numpang lewat saja. Meski gemes dengan penolakannya kepada seorang lelaki sholih yang untuk kesekian kalinya menawarkan menjadi imamnya, tetapi ia malah menolaknya dengan alasan nggak ada sedikitpun kriteria sang calaon yang mirip dengan mantan yang ia idam-idamkan. Ya rabb..., ya sudah akhirnya saya memilih untuk memberikannya target waktu agar segera mengikhlaskan hatinya dari sang mantan idaman.  Hingga kemudian Allah berkenan untuk mendatangkan jodoh buatnya. Sebait doa terbaik diam-diam terlantun di hujan pertama ramadhan ke-15 ini. Semoga Allah ijabah. Aamiin...

Hingga suatu hari saya tertarik untuk mendiskusikan hal ini segera dengannya, biar tidak berlarut-larut. Pikir saya.
Bicara soal mantan, gagal move on dan pola pertolongan Allah tentang penjemputan jodoh. Kenana bab mantan ini perlu mendapat porsi yang adil untuk menjadi pembahasan hingga kemudian Allah ridho mengirimkan calon imam sepaket dengan keberkahan dalam agungnya pernikahan.

Lalu benarkah bahwa alumni hati ini akan menjadi penghalang datangnya jodoh kita? 



Membahas tema ini selalu menarik bagi saya yang memang Allah selalu suguhkan hadiah saudara-saudara dengan permasalahan seputar sang alumni hati ini yang memang butuh ketegasan dari diri sendiri untuk mengikhlaskan, memaafkan lalu mendoakan sang mantan.

Kita kembali ke pertanyaan di atas. Saya akan mencoba untuk menguraikan secara induktif, hingga kemudian pembaca bisa mengambil kesimpulan dan menemukan jawabn sendiri dari pertanyaan di atas.

Kembali ke konsep penjemputan yang baik dalam tulisan sebelumnya yang berjudul "Berharap berkah dalam Indahnya Penantian", di sana ada tiga kata kunci yakni:  suci, ditolong, dan diberkahi. 

Menjaga kesucian salah satunya adalah dengan men-zero-kan hati dari bayang-bayang mantan. Mantan di sini bukan hanya mantan pacar ya, tetapi mantan di sini bisa jadi seseorang yang pernah dengan tidak sengaja terbersit di benak kita (rata-rata akhwat ini yang mengalaminya tetapi tidak menutup kemungkinan ikhwan bisa juga) pernah kita ingini atau sederhananya seseorang yang pernah kita kagumi, yang kriterianya "aku banget" seperti kasus di atas tadi.

Coba kita baca dan renungi makna dari Surat Al Isra' : 32 ini, 

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya:
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
Ayat ini berisi tentang larangan untuk mendekati zina. Mendekati zina saja dilarang, apalagi perbuatan zina. Nah, jika dihunungkan dengan sang mantan, memikirkan dan berangan-angan untuk memilikinya adalah sebuah perbuatan mendekati zina dalam hal ini adalah zina hati.

Jika keadaannya demikian, maka pola umum konsep ditolong dan berbuah keberkahan di atas tadi apa akan terealisasi?
Nah, sekarang saatnya melakukan mujahadah dosis tinggi agar hati kita kembali zero. 

Berikut langkah-langkahnya:
  1. Taubat kepada Allah SWT dari dosa zina setidaknya kita mengakui atas dosa yang pernah kita perbuat,
  2. Mengembalikan kesucian diri dengan cara bertekad untuk mengiklaskan, meminta maaf secara langsung kepada mantan sembari mendoakannya
  3. Menghambakan diri kepada Allah SWT
 Jika ini semua dilakukan in sya Allah, Allah akan berkenan menitipkan kepada kita amanah berupa suami/istri kepada kita. Jika belum, teruslah bermujahadah. Yakinlah bahwa Allah akan menolong hambaNya yang bersungguh-sungguh.


Next in sya Allah akan saya bahas terkait dengan mujahadah dosis tinggi ini sebagai resep untuk men-zero-kan diri.

Wallahu a'lam bishowab...

Lumajang, 15 Ramadhan 1441H
Tulisan ini disarikan dari berbagai sumber saat saya mengkuti beberapa kelas online pranikah via zoom meeting untuk mengisi kepala dari anjuran untuk tetap stay #dirumahaja

#inspirasiramadhan
#dirumahaja
#flpsurabaya
#BERSEMADI_HARIKE-8

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Blog

Jejak Karya

Jejak Karya
Cinta Semanis Kopi Sepahit Susu adalah buku single pertama saya, yang terbit pada tanggal 25 April 2017 tahun lalu. Buku ini diterbitkan oleh QIBLA (imprint BIP Gramedia). Buku ini adalah buku inspiratif dari pengalaman pribadi dan sehari-hari penulis yang dikemas dengan bahasa ringan tapi syarat hikmah. Ramuan susu dan kopi cinta dari hati penulis ini menambah poin plus buku ini sangat layak dibaca bahkan dimiliki.

Bagian Dari

Follow by Email

Blogger templates

Blogroll

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *