Terkenal di Langit



Di era disrupsi seperti saat ini menjadi terkenal secara instan sangat mudah dan mungkin. Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi terkenal mendadak. Akses internet yang mudah membuat kita mudah untuk menunjukkan eksistensi di setiap media sosial yang kita punya. Bukan lagi hanya sebagai hiburan semata tetapi sudah menjadi kebutuhan akan ekspresi dan apresiasi. Hingga kadang sudah tidak lagi memikirkan manfaat dan madhararnya demi eksistensi dan apresiasi rela membuat konten receh dan unfaedah. Tetapi bukankah konten-konten semacam itu yang diminati?

Belum lama ini di negara kita sempat viral seorang youtuber yang dituntut hingga berakhir mendekam di hotel prodeo. Apa pasal? Mereka melakukan prank kepada para waria dengan memberi bingkisan berisi sampah dan batu yang direkam dalam video, dan diunggah di akun yuotube mereka demi menaikkan angka like dan subscriber. Gila! Hanya karena ingin menaikkan jumlah subsbcriber banyak hal yang ditabrak hingga tak peduli lagi dengan akhlaq dan etika. Dan benar saja, tujuan mereka tercapai hingga akhirnya harus menelan pil pahit mendekam di penjara.

Menarik jika fenomena ini dibandingkan dengan sebuah kisah di zaman Rasulullah. Siapa yang tak kenal dengan sosok tabi’in terbaik bernama Uwais Al-Qarni? Beliau memang bukan sosok tabi’in yang hits dan viral di kalangan masyarakatnya. Tetapi siapa yang menyangka jika orang sesederhana beliau justru terkenal di kalangan penghuni langit  karena kesalehannya. Rasul pun menyebutnya tabi’in terbaik.

Dikisahkan bahwa tidak ada yang istimewa dari Uwais Al-Qarni. Dia hanya seorang penggembala unta, namun kesungguhannya dalam mempelajari Islam sebagai bukti cintanya terhadap agama yang diajarkan oleh Rasulullah. Kecintaannya kepada Islam dan Rasulullah memunculkan keinginan dalam dirinya untuk berjumpa dengan Rasul. Dia ingin menyusul Rasullullah ke Madinah dan ikut berjihad berjihad bersama Rasul. Namun, ia harus menahan keinginannya tersebab harus menjaga sang ibunda yang dalam keadaan buta. Ia pun memutuskan untuk merawat sang ibuda.

Mengetahui kecintaan sang anak kepada Rasulullah yang begitu besar, ibunda Uwais mengizinkannya untuk pergi menemui Rasulullah dengan memberikan sebuah pesan. Sang ibunda berpesan, jika hajat bertemu Rasulullah sudah tertunaikan, maka Uwais diminta untuk segera pulang. Qadarullah, sesampainya di Madinah Uwais ternyata tidak berjumpa dengan Rasul karena saat itu Rasul sedang berada di luar Madinah. Namun, karena teringat akan pesan sang ibunda ia pun segera kembali pulang demi baktinya kepada sang ibu.

Berita kedatangan Uwais ini sampailah kepada Rasulullah melalui wahyu. Dan inilah bukti bahwa Uwais Al-Qarni dikenal oleh seluruh penghuni langit. Hingga ia pun terkenal di kalangan para sahabat, meski tak berjumpa dengan Rasul hingga mati syahid di perang Siffin bersama Ali. Allah pertemukan ia dengan Rasul d surga-Nya.

Uwais adalah satu di antara kisah orang yang dikenal oleh penghuni langit tersebab kesalehan, kebaikan, dan berbakti kepada orang tua, serta kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Begitu indah ketika kita dikenal oleh penghuni langit. Siapa saja tentunya ingin terkenal di kalangan penghuni langit karena kesalehan dan kebaikan kita? Bahkan Allah telah memberikan kisah ini sebagai teladan bagi kita. Kita bisa dikenal oleh penghuni langit dengan syarat memantaskan diri hingga kita layak  menjadi hamba-Nya yang kelak dikenal penghuni langit.

Seperti Uwais Al-Qarni yang terkenal dengan kesalehan dan zuhudnya, Bilal bin Rabah terkenal karena selalu menjaga wudu hingga Rasul mendengar bunyi terompahnya di surga, Aisyah terkenal karena kesabarannya saat peristiwa haditsul ifki (berita bohong) yang menimpaya hingga Allah mengabadikan di dalam Al-quran. Dan banyak lagi kisah para sahabat Rasul yang terkenal di seluruh penjuru langit.

Cukup memantaskan diri dihadapan Allah, tak perlu banyak followers, viewers bahkan subscriber. Mudah-mudah kelak kita juga termasuk yang dikenal oleh penduduk lagit. Aamiin...

Wallahu a’lam bishowab...

Lumajang, 14 Juni 2020

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Blog

Jejak Karya

Jejak Karya
Cinta Semanis Kopi Sepahit Susu adalah buku single pertama saya, yang terbit pada tanggal 25 April 2017 tahun lalu. Buku ini diterbitkan oleh QIBLA (imprint BIP Gramedia). Buku ini adalah buku inspiratif dari pengalaman pribadi dan sehari-hari penulis yang dikemas dengan bahasa ringan tapi syarat hikmah. Ramuan susu dan kopi cinta dari hati penulis ini menambah poin plus buku ini sangat layak dibaca bahkan dimiliki.

Bagian Dari

Follow by Email

Blogger templates

Blogroll

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *